Dua Anak Manusia Asal Nias Disiksa Secara SADIS Oleh Orangtua Angkat



Tragedi Kemanusiaan: Dua Anak Manusia Asal Nias Disiksa Secara SADIS Oleh Orangtua Angkat

Beredar kabar dan foto dua orang perempuan asal Kepulauan Nias yang disiksa secara sadis oleh orangtua angkat di media sosial. Foto ini menjadi viral di media sosial yang mengingatkan kita kepada lembaga pembela hak asasi manusia (Komnas HAM) yang pada akhirnya terdiam tak berbuat apa-apa melihat kenyataan kepada saudara kita tersebut.

Foto: Melinda, korban kekerasan orangtua angkat | Turunan B. 
Dari informasi yang diperoleh, korban kekerasan secara sadis tersebut, pertama, seorang anak yang diberi nama Melinda, umur sekitar 8 tahun, asal Lahusa Nias Selatan. Kedua, Hatiria Lase, sekitar 28 tahun, asal Desa Hiliganòita Bawòlato Nias.
Keduanya dijadikan anak angkat oleh keluarga Suparto dan Yasmin Laia yang tinggal di Jln. Sidomulyo Dusun 4 A Pasar 7 Desa Manunggal Kec.Labuhan Deli Kab.Deli Serdang.

Foto: Jari-jari Hatiria Laia, korban kekerasan orangtua angkat | Turunan B. Gulo


Keduanya masih terhitung keluarga Yasmin Laia. Namun apa yang terjadi? Keduanya mengalami tindakan penganiayaan yang amat tidak manusiawi.

Melinda yang sudah 3 tahun bersama mereka sering dipukul pakai bambu. Tidak cukup itu, beberapa bagian badannya disiksa pakai tang; bahkan disayat pakai pisau. Penderitaannya makin "sempurna": disiram air panas hingga sekujur tubuhnya mengalami luka parah.

Hatiria Lase yang sudah 5 tahun "direkrut" jadi pembantu sekaligus "anak angkat", tak kurang mengalami hal yang sama. Sering dipukul pakai bambu hingga gigi depannya hancur.

Foto: Badan Hatiria Laia korban kekerasan orangtua angkat | Turunan B. Gulo


Kebiadaban ini akhirnya terkuak juga pada Jumat lalu (16/9/2016). Sejumlah tetangga yang mengetahui peristiwa segera melaporkan ke pihak kepolisian.
Polisi pun bertindak. Lima orang diamankan dengan status tersangka, yakni Yasmin Laia (ibu rumah tangga), Supartono (suami Yasmin Laia), Renaldo Hasudungan Gurning (berstatus anak Supartono-Yasmin), Devi Ratna Sari (juga berstatus anak Supartono-Yasmin), David Carnelius (juga berstatus anak Supartono-Yasmin).

Foto: Hatiria Laia, korban kekerasan orangtua angkat | Turunan B. Gulo

Menurut penuturan Melinda, kelimanya yang merupakan satu keluarga tersebut ikut terlibat melakukan penyiksaan.

Sejak kejadian tersebut, kedua korban dirawat di RS Brimob Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim Medan Baru.

Kedua korban penyiksaan sadis tersebut saat ini tidak memiliki kartu BPJS.

Baca juga:

Wow..... Ada Bule Jadi Peserta Lomba Surfing Pesta Ya'ahowu di Nias Selatan

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...