Sandra Yolanda Duha Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh

Sandra Yolanda Duha Korban Pembunuhan Sadis

Sandra Yolanda Duha, siswi kelas 2 SMP Bharlind School yang ditemukan tewas diduga lebih dulu diperkosa sebelum dibunuh.

Dugaan tersebut muncul lantaran saat jasadnya ditemukan, di bagian tubuh korban terdapat pembalut wanita bernoda darah.

“Pasti korban diperkosa sama pelakunya dan saat diperkosa korban lagi datang bulan karena di punggungnya ditemukan pembalut wanita yang ada noda darahnya,” ujar salah seorang saksi seperti dilansir oleh kriminalitas.com.

Saksi tersebut menuturkan bahwa kuat dugaan sebelum diperkosa korban sempat berbincang dengan pelaku.

“Kami menduga jika korban dan pelaku sempat duduk ngobrol di sekitaran lokasi karena disana terlihat daun yang dijadikan alas duduk di tanah.”

Lebih lanjut ia mengatakan jika korban sepertinya sempat melakukan perlawanan sehingga memicu pemikiran dari pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Korban masih berontak saat diperkosa karena takut dia teriak mungkin pelaku jadinya langsung menikam leher korban pakai pisau. Sebelum kabur pelaku memakaikan kembali celana pendek korban.”

Salah satu teman korban mengatakan bahwa ia sempat melihat korban bersama dengan kekasihnya, JS di depan gerbang sekolah untuk menjemputnya.

“Sabtu (13/08/2016) sekitar pukul 07. 00 pagi saya lihat si korban di depan sekolah. Terus dia dijemput sama laki-laki kalau tidak salah laki-laki itu si JS, pacar Y.”

Seperti diketahui korban tercatat sudah 5 hari bolos sekolah lantaran tidak betah dan kerap dijadikan bahan bully teman-temannya.

Sementara itu Kapolsek Delitua AKP Wira Prayatna mengatakan pihaknya masih belum bisa memastikan apakah korban mengalami kekerasan seksual atau tidak sebelum hasil visum keluar.

“Kami masih menunggu hasil keterangan pihak rumah sakit apakah ada tanda-tanda kekerasan seksual atau tidak. Yang pasti masih terus kami selidiki, saksi-saksi termasuk orang tua korban kami periksa terus,” pungkasnya.

inddit.com

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...