Presiden Jokowi Penuhi Permintaan Warga Nias Soal Pasokan Listrik dan Perluasan Bandara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Jumat (19/8). Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat langsung potensi dari daerah tersebut yang dapat ditingkatkan ke depannya.

Dalam sambutannya saat berdialog dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan tokoh adat setempat di Pendopo Kabupaten Nias, Presiden Jokowi meminta kepada pemerintah daerah setempat agar fokus terhadap pengembangan potensi pariwisata tersebut.

“Saya lihat dari atas pas turun, potensi terbesar ada dua menurut saya. Pertama, pariwisata. Kedua, perikanan. Dua ini kita harus fokus,” tutur Presiden.

Presiden meyakini, bila Kabupaten Nias ini fokus pada dua potensi tersebut, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut akan meningkat dengan tajam. Presiden pun meminta pembangunan industri cold storage di daerah tersebut perikanan agar dapat segera dimulai.

Namun Presiden mengingatkan, selain faktor keamanan, faktor keterbukaan menerima investasi juga diperlukan.  “Faktor dalam menerima wisatawan juga harus terus disampaikan ke masyarakat,” tuturnya.


Foto : Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo Berfoto Bersama Dengan FORKADA Nias


Soal Jalan

Menyinggung kondisi infrastruktur jalan dalam memaksimalkan potensi wisata di Nias, Presiden Jokowi menegaskan saat ini sudah tidak ada masalah yang berarti.”Tadi saya lihat di beberapa ruas jalan, di sini insha Allah tidak ada masalah,” tegasnya.


PLN

Sementara terkait keluhan masyarakat dan Pemda setempat mengenai kekurangan listrik, dimana yang tersedia hanya 27 megawatt sementara yang dibutuhkan 50 megawatt, Presiden langsung berjanji akan segera memenuhinya.

“Saya jawab langsung tadi. Saya tambah 25 megawatt. Yang sekarang ada 27, saya tambah 25 megawatt. Selesai nanti bulan Oktober,” terang Presiden.

Ternyata, persoalan kekurangan listrik di Kabupaten Nias tak berhenti sampai di situ. Rupanya, pemerintah daerah setempat telah memperhitungkan kebutuhan listrik daerah apabila proyek pariwisata daerah tersebut berhasil berkembang.

“Kalau pariwisata di sini berkembang, masih kurang 25 megawatt,” terang Presiden menirukan laporan yang diterimanya tersebut.

Presiden pun akhirnya menyanggupi untuk menambahkan sebesar 25 megawatt lagi pada akhir 2017. Sehingga total jumlah pasokan listrik yang akan dibangun pemerintah di Kabupaten Nias hingga akhir 2017 ialah sebesar 50 megawatt.

Namun demikian, Presiden meminta pemerintah daerah setempat untuk juga berusaha mendatangkan investor yang mampu memajukan pariwisata daerah tersebut.

“Datangkan investor yang berkaitan dengan pariwisata, hotel-hotel, semua harus segera masuk. Tapi Pak Bupati dan gubernur memang rajin, waktu saya bicara ternyata sudah disiapkan,” ungkapnya.

Sementara terkait persoalan runway bandara yang tidak mendukung kehadiran pesawat-pesawat besar, Presiden Jokowi menyanggupinya. Ia menyebutkan, ada tahap pertama, pemerintah akan menambahkan panjang runway Bandara Binaka sepanjang 2.200 meter. Kemudian, pada tahap berikutnya, pemerintah menyanggupi untuk kembali menambahkannya sepanjang 2.800 meter.

“Ditambah jadi 2.200 di tahap pertama. Itu yang bomber sudah bisa masuk. Tahun depannya saya tambah 2.800. Berarti semua pesawat sudah bisa turun,” terang Presiden.

Saat berkunjung ke Pulau Nias itu, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.


setkab.go.id

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...