Menang Praperadilan, Magdalena Bago Bebas Status Tersangka Kasus USBM Nias Selatan

Status tersangka yang dibebankan kepada Magdalena Bago, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan dalam kasus dugaan korupsi pendidikan gratis jarak jauh Universitas Setia Budi Mandiri (USBM) Medan telah DIANULIR oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Kasus korupsi pendidikan gratis jarak jauh ini sendiri telah merugikan negara mencapai miliaran rupiah dan menelatarkan pemuda-pemudi Nias Selatan begitu saja.

Selain Magdalena Bago, mantan Kabid Dikmenti Nias Selatan,  YB dan mantan bendahara USBM Medan, NB juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Kajari Telukdalam, Riyono, SH., MH.

Penetapan ketiga tersangka sesuai surat perintah penyidikan dengan No. PRINT-02/N.2.30/Fd.1/03/2016 tanggal 31 Maret 2016, No. PRINT-03/N.2.30/Fd.1/03/2016 dan No. PRINT-02/N.2.30/Fd.1/09/2015, tanggal  1 September 2015.

Foto : Magdalena Bago, Kadis Pendidikan Nias Selatan | Google.com

Magdalena Bago yang telah ditetapkan jadi tersangka dalam kasus korupsi pendidikan gratis jarak jauh USBM Medan merasa dizolimi karena tidak sesuai dengan prosedur dan tuntutan hukum yang dialamatkan kepadanya. Menurut beliau, penetapan dirinya sebagai tersangka terkesan tergesa-gesa dan tanpa adanya bukti yang kuat.

Atas dasar kecurigaan, dan keyakinan yang kuat bahwa beliau sendiri tidak melakukan seperti yang dituduhkan kepadanya, Magdalena Bago menempuh jalur Praperadilan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Melalui putusan praperadilan Pengadilan Negeri Gunungsitoli pada hari ini (02/08/2016) status tersangka yang disandangkan kepadanya dianulir oleh Majelis Hakim Praperadilan. Sehingga berhak untuk mendapat pemulihan nama baik atas status yang telah disandangnya.

Menurut Majelis Hakim Praperadilan Pengadilan Negeri Gunungsitoli, penetapan Magdalena Bago sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Telukdalam dalam kasus korupsi pendidikan gratis jarak jauh USBM Medan tidaklah tepat. Magdalena Bago yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan waktu itu bukanlah pembuat MOU kepada USBM Medan.

Kejanggalan lainnya yang ditemukan dalam sidang praperadilan adalah nomor surat MOU antara Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dengan USBM Medan bukanlah nomor surat yang tercatat dibagian hukum Pemerintah Kabupaten Nias Selatan.

Pada persidangan ini juga timbul fakta baru, yaitu bahwa tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan Nias Selatan, Magdalena Bago dalam surat MOU adalah tanda tangan palsu termasuk nomor surat yang tidak diakui dalam surat menyurat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan.

Atas temuan dan kejanggalan pada kasus korupsi pendidikan gratis jarak jauh USMB Medan serta beberapa pertimbangan lainnya, Majelis Hakim dalam sidang Praperadilan antara Magdalena Bago sebagai penggugat dengan Kejaksaan Negeri Telukdalam sebagai yang digugat memutuskan untuk menganulir status tersangka kepada pihak penggugat dalam hal ini, Magdalena Bago.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...