Ketua KPK: Saya Mundur Jika Hukuman Mati Diberlakukan

Foto: Saut Situmorang, Saya Mundur Jika Hukuman Mati Diberlakukan | Google.com


Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Saut Situmorang mengatakan bahwa tak setuju dengan wacana hukuman mati terhadap koruptor. Dia akan memilih mundur dari lembaga antirasuah itu jika harus menghukum mati koruptor. 

"Gua enggak akan mati kok kalau enggak jadi pimpinan KPK," kata Saut dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (19/12/2015). 

Ia mengatakan, aturan mengenai hukuman mati bagi koruptor sebenarnya sudah diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juntho 2002. Namun, meski diatur, dia meyakini pemberian hukuman mati bagi koruptor tidak akan menyelesaikan masalah. 

"Saya hukum mati lima orang koruptor, di luar sana masih ada ribuan lainnya. Apa selesai masalah itu?" kata Saut. 

Ia menilai, korupsi adalah kejahatan sistemik. Akan lebih baik jika masalah ini diselesaikan dengan pencegahan. 

Nantinya, kata dia, yang harus dilakukan adalah membangun sistem yang membuat penyelenggara negara bahkan tidak punya peluang untuk korupsi. 

"Kalau saya pribadi, fokus KPK 80 persen kepada pencegahan," kata Saut.


Sebelumnya, wacana pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor mencuat setelah ada pernyataan dari anggota Wantimpres bidang hukum dan HAM, Albert Hasibuan.

Pernyataan Abert Hasibuan tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan praktisi hukum, aktivis HAM, aktivis anti korupsi dan berbagai kalangan masyarakat.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...