Ketika Aktivis Lingkungan Hidup Gagal Paham Arti Menjaga Lingungan Hidup

Foto: Ketika Aktivis Lingkungan Hidup Gagal Paham Arti Menjaga Lingungan Hidup | Facebook


Jujur saja, saya geli sekaligus geram melihat aktivis lingkungan yang menolak reklamasi teluk Benoa melakukan aksi bakar ban di Bali tanggal 25 Agustus kemarin. Saya fikir aktivis lingkungan itu hanya bermodal tenggorokan berteriak teriak tentang lingkungan hidup tapi tidak mengerti bagaimana cara nya menjaga lingkungan hidup.

Saya sungguh2 kaget ketika saya browsing ternyata pimpinan kelompok yang menolak reklamasi Teluk Benoa itu adalah Anggota Dewan Nasional Walhi. Seharusnya Walhi memberi pembekalan pengetahuan yang cukup pada seluruh Dewan Nasional nya agar mereka tidak membela lingkungan dengan cara merusak lingkungan.

Maaf, Saya menyebut aktivis lingkungan pembakar ban itu sebagai aktivis lingkungan Gagal Paham 

Dalam tulisan ini saya mau sedikit berbagi pengetahuan tentang Efek dari Pembakaran Ban pada kesehatan manusia dan pada lingkungan hidup.

Saya berharap semoga tulisan ini bisa dibaca oleh Walhi dan khususnya para aktivis lingkungan pembakar Ban di Bali kemarin.

Ban dibuat dari karet dengan kandungan kimia Isobutene. Dalam Ban terdapat kandungan 25% minyak extender, 25% Stirena yg keduanya berasal dari Benzena. Selain itu Ban juga mengandung 25% Butadiena.

Benzena dan Butadiena adalah zat yang sangat beracun bagi manusia.

Jika Ban di bakar maka akan menghasilkan asap yang berisi karbon monoksida (co) dan karbondioksida (co2).

Ketika manusia menghirup gas monoksida maka gas tersebut akan bereaksi dengan hemoglobin dalam darah yg dapat menghambat lalulintas oksigen dan membahayakan nyawa manusia.

Asap yang dihasilkan dari pembakaran Ban ternyata juga mengandung partikel partikel Zinc Oxide. Jika asap yg mengandung Zinc Oxide itu di hirup maka akan menimbulkan radang paru2.

Pembakaran Ban meningkatkan kadar dioksin dan merkuri di udara. Menghirup Dioxin dari udara yang dipenuhi mercuri bisa memicu berkembangnya sel sel kanker dalam tubuh manusia.
Gas karbondioksida merupakan gas rumah kaca yang dapat menjadi pemicu pemanasan global.

Walau saya di berdomisili di Sidney tapi saya sangat mencintai Alam Indonesia. Sampai tiga hari lalu saya juga menolak Reklamasi Teluk Benoa, namun hari ini saya harus sampaikan bahwa saya sangat kecewa dan meragukan argumentasi yang disampaikan aktivis yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Keraguan itu muncul ketika aktivis aktivis yang membela lingkungan itu pada faktanya malah melakukan aksi aksi yang justeru merusak lingkungan.

Semoga pengetahuan ini bermanfaat bagi kita semua. 

Hormat saya, seorang Ibu rumah tangga biasa yang mencintai lingkungan.


Facebook2016

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...