Ini Dia Kronologi Pembunuhan Pemilik Toko Eterna Gunungsitoli

Foto: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pemilik Toko Eterna Gunungsitoli | Polres Nias


Inilah kronologi Pembunuhan berencana pemilik toko Eterna Gunungsitoli (21/08/2016) yang dilansir dari laman Facebook Humas Polres Nias.

Kurang dari 24 Jam pelaku pembunuhan terhadap LS (54) Penduduk Jalan Diponegoro no. 146 Gunungsitoli (Toko Eterna) yang terjadi pada Minggu (21/08/2016) berhasil di bekuk Sat Reskrim Polres Nias.

Para Pelaku antara Lain EW Als Evan ( 22) thn, Jl. Diponegoro Gg Nusantara Kec. Gunungsitoli Kota Gunungsitoli. YD Als Putra, (19) Jl. Diponegoro kec. Gunungsitoli Kota Gunungsitoli, EW di bekuk dirumahnya sekitar Pukul 20.00 Wib (Minggu 21/08/2016) sedangkan YD dibekuk sekitar pukul 22.00 Wib juga di kediamannya ”Demikian disampaikan Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua,SH,MH yang di Dampingi oleh Kasat Reskrim AKP SK. Harefa,S.Pd,MH serta Kanit I Sat Reskrim Ipda Enand Daulay,SH,MH di Mapolres Nias setelah selesai melaksanakan Pra Rekontruksi.

Selanjutnya Kapolres Nias menjelaskan bahwa, motif dari kejadian tersebut adalah perampokan yang telah direncanakan sebelumnya oleh EW, dalam aksinya EW menawarkan kepada korban seorang Tukang Pijat yang merangkap sebagai seorang Para Normal, sehingga pada hari Sabtu (20/08/2016) sekitar Pukul 22.00 Wib, EW dan YD mendatangi korban, tanpa Curiga Korban mempersilahkan keduanya masuk kedalam Ruko tersebut dan secara bersama-sama menuju lantai II, setiba di lantai II, YD memulai Ritual dengan berpura-pura meminta kepada korban untuk menyediakan sebuah Piring dan kemudian diatas Piring tersebut YD diletakkan uang Pecahan Rp. 100 Ribu, (YD tidak mengetahui jumlah uang tersebut), sebelum tersangka YD melakukan pemijatan terhadap korban, didahului dengan mengikat tangan korban dengan kain (hal tersebut adalah merupakan Ritual yang telah di beritahu oleh EW kepada Korban) selanjutnya YD melakukan pemijatan dibagian kepala korban, pada saat YD melakukan pemijatan tersebut.

Tersangka memberikan Aba-aba kepada YD untuk segera mengeksekusi, tetapi dari beberapa kali permintaan EW, YD selalu menolak karena takut, selanjutnya dengan Inisiatif EW sendiri yang memijat kepala korban sedangkan YD yang berada di sisi Kanan Korban disuruh oleh EW untuk menusuk leher korban, YD menusukan pisau keleher korban sebanyak 1 kali, setelah korban lemas, korban ditidurkan diatas tikar, kemudian setelah diyakini korban telah meninggal dunia, kedua pelaku menuju kamar tidur dan membuka lemari korban, selanjutnya tersangka EW mengambil sebuah tas ransel yang berisikan uang, keduanya selanjutnya turun kelantai II dan meninggalkan korban dengan menggunakan sepeda motor menuju salah satu rumah Tersangka EW di Sukaramai di Jalan Anggrek, dirumah tersebut lantas membagi uang secara bersama-sama. Ujar Kapolres 


Foto: Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Pemilik Toko Eterna Gunungsitoli | Polres Nias

Selanjutnya Kapolres mengatakan bahwa awal dari pengungkapan terhadap pelaku tersebut, berawal dari Informasi yang didapat dilapangan pada saat olah TKP bahwa ada sesorang yang di Curigai (EW) yang sering mendatangi Korban di ruko, dari informasi tersebut di kembangkan, Penyidik menghubungi nomor telpon EW, EW mengaku berada di Teluk dalam, pengakuan tersebut tidak langsung di percaya sehingga di lakukan pengecekan Lokasi keberadaan EW melalui GPS dan didapatkan Informasi bahwa EW berada di Sirombu, melihat keadaan tersebut personil Sat Reskrim bergerak dan melakukan pengecekan terhadap posisi para pelaku, beberapa saat kemudian ketika dilakukan pengecekan ulang ternyata posisi EW menuju Gunungsitoli, dan ketika EW tiba di rumahya, personil langsung melakukan penangkapan, walau EW sempat berkelit tetapi ketika dilakukan Interogasi di Sat Reskrim, EW tidak bisa mengelak dan kahirnya dia mengakui bahwa pada saat ditelpon tersebut di bukan di teluk dalam Sirombu bersama YD dengan menggunakan Mobil. 

Dari pemeriksaan selanjutnya yang di EW mengakui bahwa memang dia bersama YD yang melakukan Pembunuhan terhadap LS als Kindek yang dilakukan pada hari Minggu tanggal (21/0 8/2016) , terhadap kedua pelaku Polisi menyita uang Sebesar Rp. 26 Jt, sebuah HP merk Nokia, serta sebilah Pisau berukuran panjang 20 Cm, “ Ujar Kapolres Nias. 


Selanjutnya Kasat Reskrim Polres Nias AKP SK. Harefa,S.Pd,MH mengatakan bahw terhadap 2 orang pelau akan di kenakan pasal pasal 340 atau atau 338, 365 ayat (4),(3), Pasal yo 55 dari KUHPidana dengan ancaman Hukuman maksimal hukuman mati.

Humas Polres Nias


G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...