Faguru Nisel : Pahlawan Perjuangan Nasib GBD Nias Selatan

Masih ingatkah bagaimana perjuangan teman-teman Guru Bantu Daerah (GBD) Nias Selatan untuk memperjuangkan gaji yang waktu itu tidak akan dibayarkan (6 bulan) oleh Pemda Nias Selatan dengan alasan defisit? Pada akhirnya gaji GBD Nias Selatan terbayarkan sesuai dengan masa aktif yang dikeluarkan masing-masing Kepala Sekolah tempat GBD Mengajar.

Setelah gaji GBD dibayarkan, permasalahan berikutnya adalah bagaimana nasib GBD selanjutnya? Apalagi pada awal Juni 2016 terjadi pemutusan kontrak semua honorer di lingkungan kerja Pemda Nias Selatan, tidak terkecuali termasuk GBD.


Berkat kekompakkan beberapa guru yang dikomandoi oleh Heldiswan Loi, S.Pd dan beberapa temannya mampu mengajak ratusan guru-guru honorer (GBD) hingga menggoncang bumi Nias Selatan.




Berlebihan kah?

Pada tanggal 22 Juli 2016, melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), nasib GBD dan honorer lainnya diputuskan untuk dilanjutkan dengan menunggu hasil evaluasi dan verifikasi penempatan, administrasi, keuangan daerah dan jumlah yang menumpuk pada instansi tertentu menuju hasil yang efektif dan efisien. 

Perpanjangan kotrak GBD ini berlaku 5 tahun dan menurut informasi bahwa tidak akan diadakan lagi ujian seleksi.

Pada tanggal 30-31 Juli 2016, Pemda Nias Selatan melalui Dinas Pendidikan meminta data setiap GBD untuk dilakukan evaluasi.

Apa, siapa, bagaimana FAGURU NISEL itu ada?


Dari informasi yang cariakibatsebab.blogspot.com dari situs resmi Faguru Nisel (fagurunisel.blogspot.com), beginilah sejarahnya:


Sejarah Faguru Nisel
Forum Aspirasi Guru Nias Selatan disingkat dengan Faguru Nisel merupakan forum komunikasi antara sesama guru dalam upaya meningkatkan kemampuan profesionalismenya dan peningkatan mutu pendidikan serta memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak guru.

Faguru Nisel terbentuk atas dasar pemutusan kontrak kerja Guru Bantu Daerah (GBD) oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan pada tanggal 31 Desember 2014. Atas dasar itulah beberapa orang GBD dari berbagai sekolah di Kabupaten Nias Selatan membentuk suatu forum atau wadah untuk menyatukan aspirasi GBD.

Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2014, 7 (tujuh) orang perwakilan GBD yang peduli dengan nasib guru di Kabupaten Nias Selatan melakukan pertemuan singkat di Pantai Baloho membahas nasib GBD selanjutnya. Para perwakilan GBD tersebut adalah Fotuhododo Halawa, S.Pd., Jansen Dachi, S.Fil., Budiman Sarumaha, S.Pd., Heldiswan Loi, S.Pd., Padi Allan Duha, STP., Herius Duha, SE., Sokhiniwao Bago, S.Pd. Pertemuan yang yang dilakukan tersebut masih belum ada hasil.

Sehingga pada hari Senin tanggal 19 Januari 2015, 12 (dua belas) orang Perwakilan GBD kembali melakukan pertemuan di SMK Swasta Mitra Kasih BKPN Telukdalam yang dikoordinir oleh Fotuhododo Halawa, S.Pd. Para perwakilan GBD tersebut yang hadir adalah Fotuhododo Halawa, S.Pd., Heldiswan Loi, S.Pd., Jansen Dachi, S.Fil., Budiman Sarumaha, S.Pd., Padi Allan Duha, STP., Herius Duha, SE., Petrus Hondro, S.Pd., Sesuaikan Sarumaha, S.Pd., Swandi Simanulang, S.Pd., Erikson Ganumba, S.Pd., Lipus Nehe, S.Pd., dan Sumangeli Mendrofa, SE. Pertemuan yang dilakukan tersebut berlangsung dengan baik dan lahirlah sebuah wadah atau forum untuk menyatukan aspirasi guru di Kabupaten Nias Selatan. Forum tersebut diberi nama FORUM ASPIRASI GURU NIAS SELATAN disingkat dengan FAGURU NISEL.

Pada saat itu juga tim formatur Faguru Nisel langsung membentuk dan memilih pengurus harian. Pengurus Faguru Nisel terpilih adalah Fotuhododo Halawa, S.Pd (Ketua), Herius Duha, SE (Sekretaris), Heldiswan Loi, S.Pd (Bendahara).


Pada tanggal 31 Juli 2016, diadakan rapat untuk menentukan pengurus dan menyusun ad/rt. Dari hasil rapat tersebut terpilih Heldiswan Loi, S.Pd sebagai Ketua, Menyerah Duha, S.Pd sebagai Sekretaris dan Rasiti Loi, S.Pd sebagai Bendahara.

Susunan Lengkapnya baca disini....

fagurunisel.blogspot.co.id

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...