Bersiap-siap, September Kepulauan Nias Gelar Pesta Ya’ahowu dan Lomba "Surfing"

Foto : Ilustrasi Pesta Ya'ahowu 2016 | Google.com

Guna melestarikan segala jenis seni dan budaya yang ada di Kepulauan Nias, Wali Kota Gunungsitoli, Lakhomizaro Zebua mengatakan di Kepulauan Nias akan digelar Festival Budaya Nias atau sering disebut dengan Pesta Ya’ahowu di mana terakhir kalinya digelar pada tahun 2007 silam.

“Dahulu setiap tahun selalu digelar Festival Ya’ahowu sebagai event daerah untuk menarik wisatawan agar berkunjung di Kepulauan Nias,” katanya di Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Senin (1/8/2016).

Menurut Lakhomizaro Zebua, panitia lokal Pergelaran Festival Ya'ahowu awalnya merencanakan pada 6-8 Agustus, lantas diundur menjadi tanggal 17-26 September 2016. Perubahan jadwal tersebut sesuai dengan keputusan para Kepala Daerah di Pulau Nias bersama Menteri Pariwisata RI.

“5 kepala daerah di Kepulauan Nias sepakat (festival) untuk diundur karena berbagai aktifitas di masing-masing daerah, sehingga dijadwalkan ulang,” katanya.

Sementara di tempat berbeda, Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha saat dihubungi melalui telepon seluler membenarkan adanya pergelaran Festival Ya’ahowu. "Pembukaan festival nanti diselenggarakan di Nias Selatan dan penutupan digelar di Kota Gunungsitoli,” ujar Hilarius Duha.

Selain Festival Ya’ahowu itu, di Nias Selatan juga akan dibangkitkan lagi lomba olah raga air yaitu surfing berskala internasional. “Sudah lama sekali lomba surfing tidak digelar dan terakhir tahun 2000-an silam kalau saya tidak salah,” kata Hilarius Duha.

Sependapat dengan itu, Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli, mengatakan bahwa pihaknya mendukung dua agenda besar itu. Untuk itu, lanjut Sokhiatulo, tahun ini landas pacu (runway) di Bandara Binaka, Nias juga akan diperbaiki hingga tahun 2017, sehingga pesawat-pesawat berbadan besar dapat mendarat.

"Kami seluruh kepala daerah yang ada di Kepulauan Nias sudah menyepakati kedua event itu, dan masing-masing daerah diharapkan mempromosikan keunikan dan potensi daerah yang dimiliki," katanya.

Potensi Nias yang dengan bentang alam, seni dan budaya, baik hasil pemikiran masa lalu maupun panorama bahari akan ditunjukkan dalam Festival Ya’ahowu nanti.

“Perlu sinergitas antara kabupaten/kota se-Nias untuk mengembangkan pariwisata. Kami memiliki banyak sekali potensi. Kami akan memilih yang terbaik untuk kemudian diajukan ke Kementerian Pariwisata agar bisa masuk ke program pengembangan pariwisata nasional,” jelas Sokhiatulo Laoli.

Sementara Bupati Nias Barat, Faduhusi Daeli, saat dimintai pendapatnya, mengatakan bahwa Pesta Ya'ahowu merupakan kesepakatan seluruh kepala daerah untuk menggelarnya. “Kita (kepala daerah) sepakat menggelar itu (Festival Ya’ahowu) kembali,” jelas Faduhusi Daeli.

Dalam acara itu, menurut Daeli, akan dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Kerja seperti Menteri Koordinator Maritim, Menteri Pariwisata, Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Menteri Kelautan dan Perikanan.

Selain itu juga akan dihadiri Menteri Hukum dan HAM, Yasona Hamonangan Laoli sebagai Putra Nias dan tokoh masyarakat Nias di tingkat nasional.

Bupati Nias Utara, Ingati Marselinus Nazara mengatakan bahwa Pemerintah Pusat mendukung dan akan membantu mempromosikan kegiatan Festival Ya’ahowu ini ke tingkat internasional.

"Kita harapkan nanti tahun 2017 kegiatan ini akan lebih banyak lagi dan dibiayai oleh Pemerintah Pusat. Pembiayaan event sudah kami (kepala daerah) sepakati dan tinggal finalisasi saja,” kata Bupati Nias Utara, Ingati Marselinus Nazara.

"Kita harapkan acara ini dapat menarik wisatawan sebanyak mungkin untuk dapat lebih lama tinggal di Kepulauan Nias," tambah Nazara.

kompas.com

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...