Takut Guru Dipolisikan, Sekolah Ini Membuat Surat Perjanjian Dengan Siswa

Kasus guru yang mencubit anak polisi kemudian berakhir di sel penjara jadi perhatian publik. Guru bidang studi biologi SMP Negeri 1 Bantaeng, Nurmayani, dibui di Rumah Tahanan Klas II Bantaeng, Sulawesi Selatan. Nurmayani menjadi tahanan titipan Kejaksaan Negeri Bantaeng di rutan tersebut sejak Kamis (12/5/2016), sambil menunggu kasusnya disidangkan di pengadilan.

Belum hilang dari ingatan, kasus tersebut diatas, pengguna media sosial kembali dibuat sedih oleh kasus dipolisikannya seorang guru SMP di Sidoarjo, hanya karena mencubit siswanya yang tak taat aturan. 

Pria berusia 46 tahun tersebut merupakan guru di SMP Raden Rachmat di Dusun Serbo, Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbeno, Sidoarjo. Ia dipolisikan atas kejadian pencubitan kepada siswanya pada 3 Februari 2016 lalu. Samhudi mencubit siswa tersebut karena tak mengindahkan peraturan sekolah untuk melaksanakan sholat dhuha berjamaah.

Dalam persidangannya di Pengadilan Negeri Sidoarjo, niat baik Samhudi itu harus membuatnya dijerat pasal 80 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hal tersebut tentu saja membuat banyak rekan-rekan Samhudi sedih sekaligus miris melihat kasus ini. Netizen pun ikut geram dengan tindakan orangtua dalam melindungi anaknya yang melanggar.

Banyaknya guru yang dipolisikan oleh siswanya sendiri, menimbulkan rasa ketidaknyamanan, ketakutan dan kepanikan dikalangan guru dan sekolah-sekolah. Sehingga timbul ide untuk membuat peraturan untuk mencegah hal serupa terjadi.

Adalah SMA Negeri 6 Mataram mencoba membuat surat perjanjian antara siswa dan pihak sekolah. Surat perjanjian ini diberlakukan bagi siswa-siswi baru dan menjadi salah satu syarat untuk diterima di sekolah tersebut.

Adapun yang diharus ditaati oleh siswa-siswa pada surat perjanjian tersebut, antara lain:
Tidak akan menuntut pihak sekolah/guru apabila:

1. Dicubit sampai merah/biru karena terlambat
2. Dipotong rambutnya karena gondrong
3. Dijemur dilapangan upacara karena tidak mengerjakan tugas
4. Distrub, push up karena berisik di kelas
5. Dijewer karena pakaian tidak rapi
6. Dan hukumannya lainnya yang disesuaikan dengan tingkat kesalahan

Dan apabila terjadi tindakan seperti diatas yang disebabkan oleh:

a. Tidak disiplin
b. Lalai
c. Susah diatur
d. Meresahkan lingkungan sekolah/guru/murid lainnya

Maka pihak orang tua/murid/wali tidak berhak melaporkan kepada pihak yang berwajib.



Surat pernjanjian ini harus ditandatangni oleh orangtua siswa, siswa yang bersangkutan dan kepala sekolah.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...