Hesty Klepek Klepek Diperkosa di Penjara

Dalam beberapa waktu terakhir ini isu prostitusi di kalangan artis marak terjadi. Baru-baru ini, pedangdut cantik bernama Hesty Klepek-Klepek yang diciduk aparat kepolisian Lampung di sebuah hotel bernama Novotel.

Ketika ditangkap, status Hesty merupakan penyanyi yang berada di bawah naungan label Nagaswara. Hingga kini pihak label masih berdiskusi untuk menentukan langkah apa yang akan mereka ambil terkait kasus Hesty tersebut.



“Sanksi (untuk Hesty) masih dalam pembahasan, sudah berunding sama Nagaswara. Saya disuruh mendalami kasus Hesty, jadi nggak bisa ambil sikap, tunggu kasusnya sampai hasil akhir,” ujar Pengacara Nagaswara, Eddy Ribut Harwanto SH saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/2).

etelah menjalani rentetan pemeriksaan, pihak kepolisian menentukan status Hesty sebagai korban, bukan tersangka. Namun tetap saja hal ini dianggap sudah sangat mencoreng nama baik dari label Nagaswara.

“Yang penting dia (Hesty) bukan tersangka. Nagaswara belum ambil keputusan terkait Hesty ambil job di luar manajemen. Saya lagi analisa, jadi nggak bisa omongin keputusan dari Nagaswara. Pak rahayu hanya menyerahkan semuanya ke saya,” sambungnya.

“Label dirugikan karena terasa malu. Tapi kita terus dampingi buat analisa,” pungkas Eddy.

Hesty Klepek-Klepek ternyata sedang hamil saat ditangkap di sebuah kamar hotel berbintang bersama pria hidung belang di Bandar Lampung, Jumat (19/2/2016) dinihari. Artinya Hesty Klepek-Klepek melayani tamunya saat hamil?

Kabar kehamilan Hesty Klepek-Klepek mengejutkan banyak orang. Sebab, selama ini Hesty Klepek-Klepek diketahui masih sendiri dan belum punya suami.

Diketahui, Hartono alias Atong adalah seorang narapidana narkoba yang seharusnya masih menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur.

Hal itu yang diungkapkan oleh Kuasa Hukum TP, Kellen Tjhia. Menurutnya, Hartono alias Atong, sudah dinyatakan di pidana 11 tahun penjara dan denda Rp150 juta tentang Psikotropika

“Saat itu, Hartono ditahan sejak 10 April 2007 dan seharusnya bebas tanggal 9 April 2018. Namun, yang bersangkutan bisa keluar tahanan dan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap klien saya. Kejadian tersebut terjadi di Apartemen Kelapa Gading,” ujar Kellen, Kamis 6 November 2014



Terjadinya penganiayaan tersebut, kata Kellen, terjadi pada Januari 2012. Dan pada saat itu seharusnya Hartono masih berada di balik jeruji besi.

Pada saat kejadian Tadi Malam peristiwa itu pun berlangsung sangat cepat seteah 5 orang gembong lapas menyetubuhi Hesty secara bergilirian. Kasus ini masih di tindak Lanjuti pihak yang Berwajib .

beritaonline.co

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...