Untuk Kedua Kalinya Peserta Seleksi Pendamping Desa 2016 Asal Kepulauan Nias Dikecewakan

Untuk kedua kalinya, peserta Seleksi Pendamping Tenaga Profesional Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2016 atau Pendamping Desa dikecewakan oleh Panitia yang tidak memberikan kejelasan soal waktu ujian susulan yang sebelumnya telah dikeluarkan surat edaran (Baca : https://cariakibatsebab.blogspot.co.id/2016/06/ujian-susulan-seleksi-pendamping-desa.html). Pada surat edaran sebelumnya dijelaskan bahwa akan diadakan ujian susulan untuk kepulauan Nias bagi yang tidak mengikuti ujian pada tanggal 28 Mei 2016 di Medan dikarenkan letak geografis dan transportasi Pada tanggal 08 Juni 2016 Pukul 08:00 WIB di Gunungsitoli. Ternyata sampai hari ini (08 Juni 2016) tidak ada tanda-tanda ujian susulan akan diadakan. Padahal sudah banyak peserta ujian susulan dari luar kota Gunungsitoli yang sudah tiba di lokasi, seperti dari Kab. Nias Selatan, Kab. Nias Barat.

Menurut Turunan Gulo, ujian susulan Seleksi Pendamping Tenaga Profesional Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2016 atau Pendamping Desa dibatalkan karena belum ada kesepakatan antara pihak USU sebagai pihak penyelenggara dengan pihak terkait.

Status Turunan B. Gulo Perihal Dibatalkannya ujian susulan seleksi pendamping desa 2016 di Kepulauan Nias

Peserta ujian Seleksi Pendamping Tenaga Profesional Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2016 kecewa lantaran informasi yang mereka terima baru hari ini (08 Juni 2016) sehingga sudah terlanjut berangkat ke Gunungsitoli dari luar Gunungsitoli. Hal ini menandakan bahwa tidak ada kepedulian pimpinan daerah terhadap perjuangan putra-putri daerah yang mereka pimpinan untuk mendapatkan keadilan. Seandainya pimpinan daerah ikut serta memonitoring maka peserta ujian Seleksi Pendamping Tenaga Profesional Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2016 dari luar kota Gunungsitoli tidak akan buru-buru berangkat ke Gunungsitoli.

Salah seorang peserta Ujian Seleksi Pendamping Tenaga Profesional Kementerian Desa Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2016 yang berasal dari Kabupaten Nias Selatan menumpahkan kekecewaannya pada media sosial. Dia mengatakan bahwa pihak KEMENDES sudah membohongi putra-putri Kepulauan Nias.


Harapan kami, putra-putri daerah di Kepulauan Nias kiranya keadilan itu ada walaupun hanya sebatas formalitas. Untuk kepala daerah yang masih baru-baru di Kepulauan Nias, sangat diharapkan sekali untuk membantu memfasilitas dan membackup warganya yang sedang berjuang.

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...