Jakarta Banjir, Ahok : Tuhan Telah Menunjukkan Sebuah Jalan

Banjir yang melanda Jakarta Utara pada hari Rabu (09 Juni 2010) yang merupakan banjir rob, membuat banyak pihak yang berkepentingan untuk mengkritik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tetapi Ahok menanggapi dengan santai. Menurut Ahok, banir rob di Jakarta Utara bukan karena reklamasi, melainkan karena fenomena pemanasan global. Banjir rob juga terjadi bukan hanya di Jakarta saja, tapi juga di pesisir-pesisir lain di Indonesia.

"Bali naik di Kuta kan. Semarang naik. Seluruh Indonesia ini sekarang muka air lautnya naik. Bukan karena 'reklamasi Ahok' ya, sudah stop reklamasi kan (moratorium)," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (9/6/2016).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Tuhan Membantu Ahok untuk Menjelaskan Banjir

Ahok merasa dibantu oleh Tuhan untuk mencerahkan masyarakat, bahwa fenomena pemanasan global memang membuat permuakaan air laut naik. Kondisi inilah yang membuat pembangunan tanggul di Jakarta Utara mutlak perlu, supaya air laut tak menghempas lahan penduduk.

"Jadi Tuhan nolong, jawabnya baik. Bulan puasa ini baik. Tuhan jawab, kalau saya jawab, enggak ada yang dengar saya. Yang pasti laut naik bukan karena Reklamasi. Surut bukan karena dikeruk airnya, ini gaya tarik bulan. Saya ulang-ulang ini. Ya dong, pencairan es kutub, karena pemanasan global," tutur Ahok.


30 Tahun untuk Membuat Giant Sea Wall

Berdasarkan hitungan ilmiah salah seorang pihak dari Belanda, sungai-sungai tak akan bisa bermuara ke laut pada 30 tahun yang akan datang. Soalnya, dataran Jakarta makin turun. Maka mulai dari sekarang perlu dibuat tanggul, mulai dari NCICD A, B, hingga C sampai 30 tahun ke depan.

"Mesti dibuat tanggul. Itu yang dinamain Giant Sea Wall, itu cerita 30 tahun yang akan datang," kata Ahok.




G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...