Doddy Mgurning : Nias Selatan Bangkit

Beberapa hari ini, melihat banyak saudara-saudara di Nias Selatan. Bersemangat mengangkat dan memajukan kembali pariwisatanya “Nias Bangkit” Sebagai orang luar yang pernah berkunjung ke Nias Selatan, meski hanya 10 hari. Izinkan saya menyampaikan sependek apa yang diketahui dan apa yang biasa dilakukan oleh seorang 'traveler'. Mohon maaf, jika tidak berkenan akan tulisan ini. Hanya sumbang saran. Bukan ingin mengatur. Kalau tidak suka, sebaiknya dikasih kucing. Kalau kucingnya juga tidak suka, buang saja ke sungai atau ke laut.
Rumah Adat Nias
Seorang 'traveler' biasanya meriset dahulu sisi sejarah, budaya, panorama alam, dan juga penduduknya. Lalu merencanakan tujuan, apa, dimana tempat yang harus dikunjungi. Karena prinsip utama dalam melakukan suatu perjalanan, informasi penting yang dicari adalah ‘keamanan’. Tidak ada seorang pun yang datang berkunjung, merasa tidak aman. Atau kemudian terjebak dalam suasana ketidakamanan itu. Kedua adalah rasa ’nyaman’. Nyaman disini bisa tergantung banyak hal. Untuk sebagian orang akan memilih hotel atau tempat penginapan yang nyaman. Ruangan berpendingin. Kamar mandi dengan shower, fasilitas air panas, dan juga pastinya soal sanitasi.
Lompat Batu (Hombo Batu) Nias
Sebagian lagi lebih memilih untuk tinggal bersama penduduk. Home stay. Ini bisa terjadi, jika pendududk yang dikunjungi, pastinya ramah. Menyilakan untuk rumahnya disinggahi, dan menawarkan juga untuk bermalam. Rasa nyaman ini juga berlaku atas barang-barang bawaan yang bisa ditinggal tanpa rasa was-was, ketika hendak jalan-jalan ke daerah sekitar. Hanya camera dan kebutuhan seperlunya yang dibawa. Menunjukkan kepercayaan ini adalah hal yang utama. Saling percaya. Selain data hasil riset. Informasi lisan dari penduduk setempat juga sangat membantu akan tujuan wisata yang akan dikunjungi. Seorang pelancong, tidak memiliki waktu yang lama untuk berdiam di suatu daerah. Biasanya hanya 5 hari, ditambah 2 hari. Hitungan perjalanan pulang pergi untuk kembali ke rumah dan bekerja kembali.
Tari Perang Nias
Mengingat waktu yang singkat ini, dibutuhkan seorang volunteer yang bisa memandu. Kalau di fotografi profesional dikenal istilah fixer. Orang yang disewa per hari untuk menunjukkan jalan dan memandu membuka jalan kepada penduduk sekitar yang akan dikunjungi. Sesuai dengan rencana kerjanya. Pemuda-pemuda desa sebaiknya dilatih untuk hal ini. Ia bukan saja menunjukkan jalan. Sebaiknya juga menguasai kisah sejarah, budaya, atau legenda di suatu tempat.
Tari Moyo Nias
Yang harus diingat, Nias Selatan itu luas. Bukan hanya Desa Bawumataluo. Ada banyak desa lainnya, seperti Desa Hilimondregeraya, Orahili Fau, Mazino dengan bangunan Omo Sebua yang bersejarah. Ada banyak pantai yang indah selain Sorake dan Lagundri, seperti pantai Ladeha di Amandraya. Sumbagi Mboho, di Desa Soto’o. Pantai Baloho, tempat bersarang penyu hijau. Selain itu juga memiliki 12 telaga, disebut Namo Sifelendrua. Airnya sangat jernih bisa dipakai untuk berenang. Ada air terjun Mandrowe, Lahusa. Air terjun Lawu-lawu. Sungai Zumali Gomo, di Desa Ono Hondro. Pulau Tanah Bala, Pulau Tanah Masa, Pulau Telo, Pulau Tini. Nias Selatan merupakan kantong budaya, tradisi, dan sejarah megalitikum, dan panorama alam yang menarik. Ini yang rasanya harus dikelola secara menyeluruh.
Salah Satu Pantai di Nias
Tidak lagi hanya memajukan satu desa per desa sesuai keinginan penduduk desa setempat. Nias Selatan adalah satu. Satu juga tentunya untuk semua Nias Selatan. Ada banyak upacara tradisi dan tarian selain tarian perang. Ada ritual adat penting di Maenamolao, yaitu Famadaya Harimao. Masih banyak potensi alam dan budaya yang bisa digali dari Nias Selatan. Nias harus bersatu. Menganggap desa yang satu lebih tua secara sejarah dan budaya, malah membuat gap diantara persatuan desa. Dan hal ini bukan hanya masalah di Nias. Hampir di seluruh suku di Indonesia pun berlaku seperti ini.
Dahsyat Ombak di Nias Menjadi Daya Tarik Wisatawan untuk Berselancar
Jika saja dibuat satu festival Nias Selatan. Satu hari di desa A. Satu hari besoknya di desa B. Bergilir menampilkan atraksi budayanya. Waktu diatur hingga para wisatawan juga bisa mengunjungi panorama alam lainnya. Karena tidak semua orang suka dengan acara budaya. Sebagian lebih memilih rileks ditemani pemandangan alam yang menyenangkan. Dan pastinya ini tugas berat Dinas Pariwisata di Nias Selatan. Karena tidaklah mungkin menyenangkan hati semua orang, semua desa. Omongan orang itu selalu ada. Berpikir positif dan maju terus melangkah demi kebaikan semua. NIas Selatan Keren. Mari "Move On" !!!

Semoga Nias bangkit kembali dari tidur panjangnya. 
Jika ada umurku panjang, bolehlah kita menumpang mandi

Yaahowu…!!!

G+

APA KOMENTAR ANDA?
BERITA MENARIK
loading...
BERITA TERBARU
    Loading...